Wednesday, 25 September 2019

Apakah Izrail Malaikat Maut?

Pertanyaan:

Apakah ada dalil yang menjelaskan nama Malaikat Maut adalah Izrail?

Jawab:

Segala puji bagi Alloh ta’ala .....
Tersebar bahwa nama Malaikat Maut Izrail, hanya saja penamaan ini tidak ada disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits Shahih, hanya saja ada disebutkan pada sebagian Atsar yang kemungkinannya adalah riwayat Isroiliyat.
Berdasarkan hal ini, maka kita tidak bisa memastikan dan juga tidak bisa menolaknya, bahkan sepatutnya kita kembalikan perkara hal ini kepada Alloh ta’ala dan kita menamakan Malaikat Maut dengan nama yang Alloh ta’ala sebutkan.
Alloh ta’ala berfirman:

( قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ) السجدة /11

Katakanlah, “Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan. (Q.S Assajadah : 11)

Berkata Al Imam Ibnu Katsir (semoga Alloh merahmati beliau) dalam kitab Bidayah wa Nihayah (1/49) :
Adapun Malaikat Maut tidak disebutkan secara jelas namanya dalam Al Qur’an, dan juga tidak didalam hadits yang shohih, disebutkan penamaanya disebagian Atsar dengan Izrail.Allohu ‘alam.

 Berkata As Sindi (Semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) tidak hadits yang marfu’ (shahih) dalam penamaan Malaikat Maut.
Berkata Al Munawi (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) dalam kitab Faidhul Qodhir (3/32) setelah beliau menyebutkan tentang masyhurnya Nama Malaikat Maut dengan Izrail, beliau berkata “Saya tidak mendapati penamaan tersebut dalam Hadits”.

Berkata Syaikh Al Baniy (Semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) dalam penjelasan beliau terhadap perkataan At Thohawi “kita beriman dengan Malaikat Maut yang ditugas untuk mencabut ruh seluruh mahluk. berkata Syaik Al Baniy (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) saya katakana: ini adalah nama Malaikat Maut yang tercantum dalam Al Qur’an dan adapun penamaan dengan “Izrail” sebagaiman yang tersebar maka ini tidak ada asalnya, hal itu hanya berasal dari riwayat isroiliyat.

Berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau)
(Malaikat Maut) terkenal bahwa namanya (Izrail) akan tetapi hal ini tidak shahih, ini hanya berasal dari riwayat Isroiliyat tidak wajib kita mengimaninya, maka kita menamakan Malaikat yang ditugasi untuk mencabut nyawa adalah (Malaikat Maut) sebagaiman Alloh ta’ala namakan dalam firman-Nya :
( قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ) السجدة /11
Katakanlah, “Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan. (Q.S Assajadah : 11)
Fatawa Ibnu Utsaimin (3/161)

sumber:

https://islamqa.info/ar/answers/40671/لا-نجزم-بان-اسم-ملك-الموت-عزراىيل

Thursday, 28 February 2019

SIFAT-SIFAT ‘IBADURRAHMAN (HAMBA-HAMBA ALLAH ﷻ YANG MAHA PENGASIH


Dari muhadhoroh: Dr. Abdullah Roy, Lc. MA.
Allah menyebutkan   sifat-sifat hamba Allah ar-rahman (Maha pengasih), dalam surah al-furqon, yang insya Allah kita bahas (pada kesempatan ini), dengan  harapan  kita dapat mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari, sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Sifat Tawadhu’ (Rendah Hati)
Nabi   bersabda:
من تواضعَ للَّهِ رفعَه اللَّهُ
barang siapa yang rendah hati maka Allah akan mengangkatnya (Hadis riwayat Abu Nu’aim 8/46)
Namun, maksud dari Kesombongan bukanlah orang yang memiliki baju atau sendal yang bagus. Nabi bersabda  bersabda:
لا يدخلُ الجنَّةَ من كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ مِن كِبرِ ولا يدخلُ النَّارَ مَن كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ منإيمانٍ فقال رجلٌ يا رسولَ اللَّهِ الرَّجلُ يحبُّ أن يَكونَ ثوبُه حسنًا ونعلُه حسنةً فقال رسولُ اللَّهِ ﷺ إنَّ اللَّهَ جميلٌ يحبُّ الجمالَ إنَّ الكبرَ مَن بطِرَ الحقِّ وغمَص النَّاسَ
Tidaklah masuk surga oraang yang pada dirinya terdapat kesombongan, dan tidak akan masuk neraka orang yang pada dirinya ada sebesar biji sawi dari keimanana, maka ada seorang yang bertanya, ya Rasulullah! Ada seseorang yang menyukai baju nya bagus, sendalnya banggus, maka Nabi nl bersabda: “sesungguhnya Allah maha inda dan suka akan keindahan, sesungguhnya kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehhkan manusia (Hadis riwayat Ahmad 4/133).
Namun begitu, Bukanlah pula makna tawadhu itu berjalan dengan lambat yang dibuat-buat, kita ketahui Nabi   kita   adalah hamba Allah yang paling sempurna ketawadhu’an beliau, namun beliau ketika berjalan adalah seperti orang yang turun dari tempat yang tinggi (sangat cepat).
[BAGAIMANA AGAR KITA BISA TAWADHU’?]
Cara agar seseorang bisa tawadhu, adalah dengan  melihat kekurangan dirinya, mengkoreksi dirinya dan banyak melihat aib dirinya banyak melakukan  kemaksiatan, ini akan membantu dia untuk tawadhu dan tidak membuatnya mudah  sombong dan bangga diri dengan keta’atan yang ia lakukan.
Begitulah Allah menshifati hamba-hambanya yang sejati, sebagaimana dalam firman Nya:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati (al-Furqon: 63).
2. Suka Memaafkan Atas Kesalahan Orang Lain dan Memiliki Kelembutan
            kenapa dia melakukan ini? Karena dia adalah hamba Allah . Dia meniru sifat Rasulullah  , yang memiliki sifat alhilmu, yaitu tidak mudah marah. Bahkan dia memaafkan,  ini adalah sifat mulia yang jarang didapati pada diri manusia kebanyakan. Dan sifaat pema’af  bisa didapatkan dengan terus mengupayakannya  setelah taufiq dari Allah .
Diantara cara mendapatkan hal ini adalah: