Allah ﷻ menyebutkan sifat-sifat
hamba Allah ﷻ ar-rahman (Maha
pengasih), dalam surah al-furqon, yang insya Allah ﷻ
kita bahas (pada kesempatan ini), dengan
harapan kita dapat mengamalkannya
pada kehidupan sehari-hari, sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Sifat Tawadhu’ (Rendah Hati)
Nabi ﷺ bersabda:
من تواضعَ للَّهِ رفعَه اللَّهُ
barang siapa yang rendah hati maka Allah ﷻ akan mengangkatnya (Hadis riwayat Abu
Nu’aim 8/46)
Namun, maksud dari Kesombongan bukanlah orang yang
memiliki baju atau sendal yang bagus. Nabi ﷺ
bersabda bersabda:
لا يدخلُ الجنَّةَ من كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ
مِن كِبرِ ولا يدخلُ النَّارَ مَن كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ منإيمانٍ فقال رجلٌ
يا رسولَ اللَّهِ الرَّجلُ يحبُّ أن يَكونَ ثوبُه حسنًا ونعلُه حسنةً فقال رسولُ
اللَّهِ ﷺ إنَّ اللَّهَ جميلٌ يحبُّ الجمالَ إنَّ الكبرَ مَن بطِرَ الحقِّ وغمَص
النَّاسَ
Tidaklah masuk surga
oraang yang pada dirinya terdapat kesombongan, dan tidak akan masuk neraka
orang yang pada dirinya ada sebesar biji sawi dari keimanana, maka ada seorang
yang bertanya, ya Rasulullah! Ada seseorang yang menyukai baju nya bagus,
sendalnya banggus, maka Nabi ﷺ nl bersabda:
“sesungguhnya Allah ﷻ maha inda dan suka
akan keindahan, sesungguhnya kesombongan adalah menolak kebenaran dan
meremehhkan manusia (Hadis riwayat Ahmad 4/133).
Namun begitu, Bukanlah
pula makna tawadhu itu berjalan dengan lambat yang dibuat-buat, kita ketahui
Nabi ﷺ
kita adalah hamba Allah ﷻ yang paling sempurna ketawadhu’an beliau,
namun beliau ketika berjalan adalah seperti orang yang turun dari tempat yang
tinggi (sangat cepat).
[BAGAIMANA AGAR KITA BISA TAWADHU’?]
Cara agar seseorang
bisa tawadhu, adalah dengan melihat
kekurangan dirinya, mengkoreksi dirinya dan banyak melihat aib dirinya banyak
melakukan kemaksiatan, ini akan membantu
dia untuk tawadhu dan tidak membuatnya mudah
sombong dan bangga diri dengan keta’atan yang ia lakukan.
Begitulah Allah ﷻ
menshifati hamba-hambanya yang sejati, sebagaimana dalam firman Nya:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى
الْأَرْضِ هَوْنًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu
(ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati (al-Furqon:
63).
2. Suka Memaafkan Atas Kesalahan Orang
Lain dan Memiliki Kelembutan
kenapa
dia melakukan ini? Karena dia adalah hamba Allah ﷻ.
Dia meniru sifat Rasulullah , yang
memiliki sifat alhilmu, yaitu tidak mudah marah. Bahkan dia memaafkan, ini adalah sifat mulia yang jarang didapati
pada diri manusia kebanyakan. Dan sifaat pema’af bisa didapatkan dengan terus
mengupayakannya setelah taufiq dari
Allah ﷻ.
Diantara cara mendapatkan hal ini adalah:
