HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1
Konsep dan Prinsip Belajar dan Pembelajaran

A. Konsep Belajar
Menurut Gagne (1985), bahwa adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (lihat Ratna Wilis Dahar, 1989, hal. 11)
1. Proses
Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan.
2. Perubahan Perilaku
Hasil belajar berupa perubahan perilaku atau tingkah laku. seseorang yang belajar akan berubah atau bertambah perilakunya, baik yang berupa pengetahuan, keterampilan, atau penguasaan nilai-nilai (sikap).
            Menurut para ahli psikologi tidak semua perubahan perilaku dapat digolongkan ke dalam hasil belajar.
Perubahan perilaku sebagai hasil belajar dikelompokan ke dalam tiga ranah (kawasan) yaitu : pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik ), dan penguasaan nilai-nilai atau sikap (afektif). ketiga ranah tersebut di dalam kurikulum 2004 terkandung dalam rumusan kompetensi.
3. Pengalaman
            Belajar adalah mengalami, dalam arti belajar terjadi di dalam interaksi antara individu dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. contoh lingkungan fisik ialah : buku, alat peraga, dan alam sekitar.contoh lingkungan sosial antara lain guru, siswa, pustakawan, dan kepala sekolah.

B. Prinsip Belajar
1. Motivasi
            Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. bila motornya tidak ada, maka aktivitas tidak akan terjadi; dan bila motornya lemah, aktivitas yang terjadi pun lemah pula.
Motivasi intrinsic disebut pula motivasi murni, karena muncul dari dirinya sendiri. oleh karena itu sedapat mungkin guru harus berusaha memunculkan motivasi instrinsik di kalangan para siswa pada saat mereka belajar.
2. Perhatian
            Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. perhatian ialah pemusatan energi psikis ( pikiran dan perasaan) terhadap suatu objek.
3. Aktivitas
            Belajar itu sendiri adalah aktivitas, yaitu aktivitas mental dan emosional. bila ada siswa yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung, akan tetapi mental emosionalnya tidak terlibat aktif di dalam situasi pembelajaran itu, pada hakikatnya siswa tersebut tidak ikut belajar.
4. Balikan
            Siswa perlu dengan segera mengetahui apakah yang ia lakukan di dalam proses pembelajaran atau yang ia peroleh dari proses pembelajaran tersebut sudah benar atau belum. Bila ternyata masih salah, pada bagian mana ia masih salah dan mengapa salah serta bagaimana seharusnya ia melakukan kegiatan belajar tersebut.
5.    Perbedaan individual.
Individu merupakan pribadi tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya mampu memperhatikan dan melayani siswa sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lingkungan belajar merupakan suatu sistem yang terdiri dari unsur tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa, dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan semuanya berfungsi dengan berorientasi pada tujuan.

Perbedaan Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran.

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran.

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi.

Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pelajaran. Strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran menggambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar, yang sifatnya lebih operasional.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan sarana dan waktu, serta kesiapan siswa.

Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Strategi dan Pembelajaran

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

Gagne mengklasifikasikan hasil-hasil belajar atau tujuan pembelajaran ke dalam lima jenis tujuan belajar sebagai berikut.

a.    Keterampilan intelektual dengan tahapan-tahapannya :

1)    Kemampuan membedakan (diskriminasi);
2)    Kemampuan mengenal konsep konkret ;
3)    Kemampuan memahami konsep terdefinisi;
4)    Kemampuan menggunakan aturan, rumus, hukum/dalil, dan prinsip; dan
5)    Kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai aturan.

b.  Strategi kognitif yaitu kemampuan memlilih dan mengubah cara-cara memberikan perhatian,
     belajar, mengingat, dan berpikir.

c.    Informasi verbal yaitu kemampuan menyimpan nama/label, fakta, dan pengetahuan dalam ingatan.

d.    Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan kegiatan-kegiatan fisik.

e.    Sikap yaitu kemampuan menampilkan perilaku yang bermuatan nilai-nilai.

Setiap jenis tujuan pembelajaran menuntut proses pembentukan yang berbeda. Tujuan yang bersifat penguasaan pengetahuan menuntut kegiatan pengkajian. Tujuan yang bersifat penguasaan keterampilan menuntut kegiatan berlatih. Sementara itu, tujuan yang bersifat sikap dan nilai menuntut kegiatan penghayatan terhadap sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai.

Yang perlu dipertimbangkan dari faktor siswa di dalam memilih strategi pembelajaran, antara lain:
a.    Siswa sebagai pribadi tersendiri memiliki perbedaan-perbedaan dari siswa lain; dan
b.    Jumlah siswa yang mengikuti pelajaran.

Faktor fasilitas, ruang, dan waktu yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran
ialah :
a.    Jumlah dan karakteristik alat pelajaran dan alat peraga;
b.    Jumlah dan karakteristik sumber pelajaran (bahan cetajan dan lingkungan sekitar;
c.    Ketersediaan ruangan yang dibutuhkan; serta
d.    Jumlah waktu yang tersedia.

Faktor guru yang akan mempengaruhi peggunan strategi pembelajaran ialah kemampuan menguasai bahan pelajaran dan kemampuan membelajarkan siswa.

Berbagai Jenis Strategi Pembelajaran

Banyak strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran.

1.    Ditinjau dari Proses Pengelolaan Pesan.

a.    Strategi Deduktif. Dengan strategi deduktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri, atau atribut)nke yang umum, generalisasi atau rumusan. Strategi deduktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maaupun konsep terdefinisi.

b.    Strategi Induktif. Dengan strategi induktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri, atau atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan. Strategi Induktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi.

2.    Ditinjau dari Pihak Pengolah Pesan

a.    Strategi Pembelajaran Ekspositori. Dengan strategi pembelajaran ekspositori bahan atau materi pelajaran diolah oleh guru. Siswa tinggal “terima jadi” dari guru. Dengan strategi ekspositori guru yang mencari dan mengolah bahan pelajaran, yang kemudian menyampaikannya kepada siswa. Strategi ini dapat digunakan di dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.


b.    Strategi Pembalajaran Heuristik. Dengan strategi pembelajaran heuristik bahan atau materi pelajaran diolah oleh siswa. Siswa yang aktif mencari dan mengolah bahan pelajaran. Guru sebagai fasilitator memberikan dorongan,  arahan dan bimbingan. Strategi pembelajaran heuristik dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai materi pelajaran termasuk pemecahan masalah. Dengan strategi ini diharapkan siswa bukan hanya paham dan mampu melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tetapi juga akan terbentuk sikap-sikap positif, seperti: kritis, kreatif, inovatif, mandiri, dan terbuka. Strategi pembelajaran heuristik  terbagi atas diskoveri, dan inkuiri.

0 komentar:

Post a Comment