Al Ustad Abu Ubaidah As Sidawi
Dalam dunia hadits, ada sebuah hadits yang dikenal dg Musalsal bil Mahabbah, di mana masing-masing perowi mengucapkan kpd muridnya "Aku mencintaimu karena Allah dan memberikan wasiat", sebagaimana persis yang dilakukan oleh Nabi kpd sahabat Muadz bin Jabal tatkala bersabda:
(يَا مُعَاذُ، وَاللهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ)) قَالَ: ((أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ أَنْ تَقُولَ: اللهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ)).
Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepada engkau wahai Muadz; Janganlah engkau tinggalkan usai sholat untuk mengatakan: Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa berdzikir padaMu, bersyukur padaMu dan beribadah baik padaMu. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dishohihkan An Nawai dan Ibnu Hajar)
Diantara faedah hadits ini:
1. Keutamaan sahabat Muadz bin Jabal karena Nabi mencintainya
2. Anjuran ucapan "aku mencintaimu karena Allah" sebagai bentuk ukhuwwah dan persahabatan.
3. Diantara metode dalam memberi nasehat, memberi pendahuluan yang menunjukkan cinta
kepada yang dinasehati karena itu menunjukkan ketulusan dan agar mudah diterima nasehatnya.
4. Sahabat yang baik adalah yg memberi nasehat.
5. Pentingnya doa ini untuk dibaca, baik sebelum salam atau sesudah salam,
(karena ada perbedaan pendapat).
6. Kemudahan seorang dalam beribadah adalah dg pertolongan Allah
7. Pentingnya selalu berdzikir kpd Allah
8. Pentingnya selalu bersyukur kpd Allah dg hati, lisan dan anggota badan.
9. Patokan ibadah adalah yang baik bukan yg banyak, dan baik itu adalah ikhlas dan ittiba'.
Ayo sahabat, sebarkan hadits ini kpd sahabatmu dan amalkan isinya.....

0 komentar:
Post a Comment